Pak Budi baru nyeruput kopi waktu HP-nya bunyi. Sekali, dua kali, tiga kali.
"Yayat Sudrajat ngajuin ke posting kamu." "Ujang Supriatna ngajuin ke posting kamu." "Sari Wulandari ngajuin ke posting kamu." Ketiganya buat posting yang sama: puing bongkaran rumah ±6 m³ di Jl. Terusan Jakarta.
Senang sih, puingnya laku. Tapi puingnya cuma satu tumpuk, dan yang mau tiga orang. "Pilih yang mana, ya?"
Ini artikel kelima di serial Panduan urugin.id. Kita bahas cara nerima ajuan di urugin.id: baca pesan tiap pengaju, ngecek profil dan rating mereka, klik Terima atau Tolak, dan apa yang terjadi sama pengaju yang gak kepilih. Kalau kamu di posisi yang ngajuin, baca dulu cara ngajuin yang bikin pemosting yakin.
Pak Budi, Bu Sari, dan tokoh lain di serial ini fiktif, dan latar Bandung dipilih biar ceritanya gampang dibayangin. urugin.id bisa dipakai di seluruh Indonesia.
Langkah 1: Ada ajuan masuk
Tiap ada yang ngajuin ke posting kamu, kamu dapet notifikasi. Angka merah di ikon lonceng (pojok kanan atas) nunjukin berapa notifikasi yang belum dibaca. Klik loncengnya buat buka halaman Notifikasi.

Tiap notifikasi nyebut siapa yang ngajuin, posting yang mana (kategori dan alamatnya), dan kapan. Notifikasi yang belum dibaca warnanya oranye muda dengan titik oranye. Klik notifikasinya buat langsung buka posting itu.
Catatan: biar notif kayak gini langsung nongol di HP walau urugin.id lagi gak dibuka, nyalain Notifikasi Push di Profil → Perizinan. Caranya dibahas di artikel 11.
Langkah 2: Baca pesan & lihat foto tiap pengaju
Di halaman posting kamu, di bawah detail posting, ada kartu "3 pengaju menunggu keputusan". Semua pengaju dijejerin di sini.

- Nama pengaju. Bisa diklik buat buka profilnya.
- Pesan & foto dari pengaju.
- Tombol Terima.
- Tombol Tolak.
Pak Budi baca satu-satu:
- Yayat butuh puing buat urugan proyek di Kopo, bisa angkut Sabtu pagi.
- Mang Ujang nawarin jasa angkut pakai dump truck engkel, lengkap sama foto truknya. Tapi Pak Budi gak lagi nyari truk, dia nyari orang yang mau ambil puingnya.
- Bu Sari punya lahan di Cileunyi yang mau diurug, dan angkutnya dia atur sendiri.
Kamu juga bisa Terima atau Tolak langsung dari Aktivitas → Postingan Saya, tanpa buka halaman postingnya:

Langkah 3: Cek profil pengaju
Sebelum mutusin, Pak Budi klik nama Sari Wulandari. Kebuka profil publiknya:

Yang kelihatan di profil:
- Rating, dipisah per peran: sebagai Penyedia (yang nyediain barang/jasa) dan sebagai Pencari (yang nyari). Bu Sari punya bintang 5.0 dari 1 rating sebagai Pencari.
- Ulasan, komentar dari orang yang pernah transaksi sama dia.
- Postingan Terbuka miliknya. Kelihatan Bu Sari emang lagi ngurug lahan: ada posting butuh urugan dan butuh sewa excavator.
- Riwayat Transaksi dengan Kamu. Ternyata Bu Sari pernah ngambil puing Pak Budi sebelumnya, dan beres sampai Selesai.
Nomor WhatsApp gak ada di profil publik. Nomor baru kebuka setelah ajuan diterima.
Tips Pak Budi: pengaju baru yang belum punya rating bukan berarti jelek. Semua orang mulai dari nol. Lihat pesannya: jelas, sopan, nyebut kapan bisa? Itu udah tanda yang bagus.
Langkah 4: Terima satu, sisanya masuk antrian
Pak Budi mantep milih Bu Sari. Dia klik Terima di baris Bu Sari, terus konfirmasi: "Yakin mau terima ajuan ini? Pengaju lain otomatis gak diterima."
Begitu diterima, beberapa hal langsung kejadian:

- Bu Sari dapet notifikasi "Budi Santoso nerima ajuan kamu!", dan posting masuk tahap Penjadwalan.
- Tombol WhatsApp kebuka di dua sisi. Pak Budi bisa chat Bu Sari, Bu Sari bisa chat Pak Budi.
- Yayat dan Mang Ujang otomatis gak diterima, tapi masuk antrian. Mereka dikabarin lewat notifikasi.
- Posting hilang dari peta, karena udah ada pengaju yang kepilih. Orang lain gak bisa ngajuin lagi.
Ini contoh notifikasi yang diterima pengaju yang gak kepilih (di HP Mang Ujang, waktu Pak Budi milih Kang Dedi buat posting kayu bekasnya):

Antrian ini kepake kalau pengaju yang diterima ternyata batal di tengah jalan. Ajuan yang masuk antrian otomatis aktif lagi, pengajunya gak perlu ngajuin ulang, dan kamu tinggal milih lagi dari mereka. Cara kerjanya dibahas lengkap di artikel 8.
Kapan pakai Tolak?
Tombol Tolak dipakai kalau kamu yakin gak mau nerima ajuan tertentu. Misalnya pengajunya nawarin hal yang gak nyambung sama posting kamu.
- Pengaju yang ditolak dikabarin lewat notifikasi.
- Selama masih tahap Persetujuan, nolak gak ada sanksi dan gak ada rating.
- Pengaju lain yang masih nunggu tetap aman. Kalau semua pengaju udah ditolak dan posting masih dalam masa tayang, posting kebuka lagi buat ajuan baru.
Bedanya sama Terima: kalau kamu udah nemu pilihan, cukup Terima satu. Gak perlu nolak yang lain satu-satu, mereka otomatis masuk antrian, dan antrian itu bisa nyelametin kamu kalau pilihan pertama batal.
Posting Kebutuhan juga sama
Alurnya persis sama buat posting Kebutuhan. Bedanya cuma siapa yang ngajuin. Pak Budi pernah posting butuh angkutan buat 2 rit puing ke Cileunyi. Yang ngajuin para sopir:

Di kartu yang sama ada juga bagian "pengaju dibatalkan": riwayat pengaju yang pernah ditolak atau batal di posting ini. Darto sempet diterima dan janjian hari Sabtu, terus batal. Jadwal, catatan, dan rating yang Pak Budi kasih ke Darto tetap kecatat di situ. Soal batal-membatalkan ini dibahas di artikel 8.
Tips milih pengaju
Tips Pak Budi:
- Baca pesannya, jangan cuma lihat siapa yang paling cepet. Yang ngajuin duluan belum tentu yang paling cocok.
- Cocokin sama kebutuhan kamu. Butuh orang yang ambil sendiri? Pilih yang nyebut bawa kendaraan sendiri.
- Cek rating & ulasan, apalagi buat transaksi besar. Lihat juga riwayat transaksi kalian.
- Jangan kelamaan mutusin. Pengaju juga nunggu, dan bisa aja mereka nemu posting lain.
- Gak usah nolak semua yang lain. Cukup Terima satu, sisanya otomatis jadi cadangan di antrian.
Selanjutnya: ngatur jadwal sampai selesai
Lima menit setelah klik Terima, WhatsApp Pak Budi bunyi. Bu Sari: "Assalamualaikum Pak, makasih udah dipilih. Truknya bisa dateng kapan, Pak?"
Di artikel berikutnya: abis diterima, terus gimana? Ngobrol di WhatsApp, ngisi estimasi jadwal, checklist hari H, sampai pemosting klik Selesai.
Belum punya akun? Daftar di urugin.id, cukup pakai email atau akun Google. Punya pertanyaan atau saran? Kirim aja ke saran@urugin.id.
