Bongkaran teras Fajar udah numpuk tiga hari di depan rumah klien. Pecahan keramik, sisa adukan, dua karung pasir yang kebanyakan beli. Kliennya mulai nanya, "Ini kapan diangkut, Kang?"

Sore itu Fajar nyamperin Pak Budi lagi. "Pak, saya udah bisa baca peta. Sekarang gimana caranya biar orang yang dateng ke saya?"

Pak Budi ngeluarin HP. "Kebetulan Bapak juga lagi ada puing bongkaran kamar mandi. Sini, kita posting bareng. Lima menit juga beres."

Ini artikel ketiga di serial Panduan urugin.id. Kita bahas cara bikin posting di urugin.id: kapan pakai Penawaran atau Kebutuhan, milih kategori, nentuin titik lokasi, nulis deskripsi yang jelas, upload foto, sampai bedanya Simpan Draft sama langsung posting. Baru kenal urugin.id? Baca dulu cara pakai peta di Beranda.

Pak Budi, Fajar, dan tokoh lain di serial ini fiktif, dan latar Bandung dipilih biar ceritanya gampang dibayangin. urugin.id bisa dipakai di seluruh Indonesia, jadi posting kamu bisa di kota mana aja.

Langkah 1: Penawaran atau Kebutuhan?

Di Beranda, klik tombol + Tambah Posting di atas peta. Muncul dua pilihan: Posting Penawaran (ungu) dan Posting Kebutuhan (biru).

Tombol Tambah Posting dibuka: Posting Penawaran dan Posting Kebutuhan

Gampangnya gini:

  • Penawaran kalau kamu punya sesuatu buat ditawarin. Puing bongkaran, kayu bekas, besi tua, sisa semen, lahan, alat berat yang disewain, atau jasa kamu sendiri (angkut, tukang, bongkar-urug).
  • Kebutuhan kalau kamu lagi nyari sesuatu. Butuh urugan, butuh truk buat ngangkut, butuh tukang, butuh sewa excavator.

Kapan pakai Penawaran, kapan pakai Kebutuhan, dengan contoh dari Pak Budi dan Bu Sari

Pak Budi milih Penawaran, karena dia yang punya puing. Kalau suatu hari dia butuh truk buat ngangkut puing itu sendiri, baru dia bikin posting Kebutuhan kategori Jasa Angkut.

Alurnya setelah itu sama persis buat dua-duanya. Bedanya cuma warna dan siapa yang nanti ngajuin: posting Penawaran diajuin sama yang butuh, posting Kebutuhan diajuin sama yang punya.

Langkah 2: Pilih kategori

Form posting isinya kayak gini. Kita isi dari atas ke bawah.

Form Posting Penawaran: kategori, alamat, titik lokasi di peta, deskripsi, foto, dan tombol Simpan Draft atau Posting

  1. Kategori (wajib)
  2. Alamat
  3. Titik Lokasi di Peta (wajib kalau mau langsung tayang)
  4. Deskripsi (opsional, maks 300 karakter)
  5. Foto (opsional)
  6. Tombol Simpan Draft atau Posting

Kategorinya ada sepuluh: Puing Bangunan, Limbah Kayu, Rongsokan, Barang Bekas, Bahan Bangunan Baru, Lahan, Alat Berat, Jasa Angkut, Jasa Tukang, dan Jasa Bongkar-Urug. Pak Budi milih Puing Bangunan.

Pilih kategori yang paling pas, soalnya orang lain nyaring peta pakai kategori ini. Puing yang salah masuk ke Barang Bekas bisa gak kelihatan sama orang yang cuma nyalain filter Puing Bangunan.

Catatan: begitu kategori dipilih, kolom Deskripsi di bawahnya langsung ngasih contoh isian yang cocok. Misalnya buat Jasa Angkut: "jenis kendaraan, kapasitas, tarif per rit". Lumayan buat contekan.

Langkah 3: Alamat & titik lokasi

Ada dua isian soal lokasi, dan dua-duanya beda fungsi.

Alamat itu teks bebas yang dibaca orang: nama jalan, nomor rumah, patokan. Pak Budi nulis "Jl. Terusan Jakarta No. 42, Antapani, Bandung (depan warung)". Tulis selengkap mungkin, biar yang dateng gak nyasar.

Titik Lokasi di Peta itu titik yang bikin posting kamu muncul di peta orang lain. Klik Pilih Lokasi di Peta, nanti kebuka jendela peta:

Jendela pilih titik lokasi: kolom paste koordinat atau link Google Maps, cari daerah, tombol Lokasi Saya, dan pin di peta

Ada beberapa cara nentuin titiknya. Pilih yang paling gampang buat kamu:

  1. Paste link Google Maps atau koordinat di kolom paling atas, terus klik Pakai. Di Google Maps, buka tempatnya, klik Bagikan, salin link-nya. Bingung? Klik tombol ? di sebelahnya, ada panduan singkat buat HP dan laptop.
  2. Cari daerah. Ketik nama daerah, misalnya "Antapani Bandung", pilih hasilnya. Ini cuma mindahin peta ke daerah itu, jadi abis itu klik titik persisnya di peta.
  3. Lokasi Saya. Paling cepet kalau kamu lagi berdiri di lokasinya. Izinin akses lokasi, titiknya langsung pindah ke posisi HP kamu.
  4. Klik peta atau geser pin buat benerin posisinya sampai pas.

Kalau udah pas, klik Selesai. Tombol tadi sekarang nunjukin angka koordinatnya.

Catatan: Alamat dan titik peta gak saling ngisi otomatis. Geser pin gak bakal ngubah teks alamat yang udah kamu tulis, dan sebaliknya. Jadi pastiin dua-duanya nunjuk ke tempat yang sama.

Langkah 4: Tulis deskripsi yang jelas

Deskripsi itu yang dibaca orang sebelum mutusin ngajuin atau enggak. Maksimal 300 karakter, jadi langsung ke intinya. Harga atau tarif juga ditulis di sini, karena gak ada kolom harga terpisah.

Yang penting ditulis:

  • Apa & berapa banyak. Kira-kira aja: "±2 m³", "sekitar 1 pickup", "10 sak".
  • Kondisinya. Campur apa aja, masih layak pakai atau enggak, ada sampah plastiknya atau bersih.
  • Teknis ambil atau kerja. Udah dikumpulin di depan rumah? Bisa masuk truk? Bawa kendaraan sendiri?
  • Harga atau tarif, kalau ada. Kalau mau nego, tulis "nego".

Contoh deskripsi yang kurang jelas dan yang jelas

Deskripsi Pak Budi: "Puing bongkaran kamar mandi ±2 m³ (keramik, bata, sisa adukan). Siap diangkut, bawa kendaraan sendiri." Pendek, tapi orang langsung tahu: isinya apa, segede apa, dan harus bawa truk sendiri.

Langkah 5: Tambah foto

Foto itu opsional, tapi bedanya kerasa banget. Orang yang mau ngurug lahan pengen lihat puingnya campur tanah atau bata semua. Pengepul pengen lihat besinya.

Form posting yang udah terisi: kategori Puing Bangunan, alamat, titik lokasi, deskripsi, dan satu foto

Klik kolom Foto, pilih satu atau beberapa foto sekaligus. Foto dari kamera HP otomatis dikecilin dulu sebelum dikirim (ada tulisan "Mengoptimalkan foto..." sebentar), jadi gak boros kuota dan cepet kekirim. Salah pilih? Klik tanda × merah di pojok fotonya.

Tips Pak Budi: foto tumpukannya dari jarak 2–3 meter biar kelihatan banyaknya, terus satu foto dari dekat biar kelihatan isinya. Siang hari, jangan pakai flash.

Simpan Draft atau langsung Posting?

Di paling bawah ada dua tombol:

  • Posting Penawaran (atau Posting Kebutuhan): langsung tayang di peta. Titik lokasi wajib udah diisi.
  • Simpan Draft: disimpen dulu, belum tayang dan belum kelihatan orang lain. Titik lokasi boleh masih kosong, yang wajib cuma kategori.

Draft kepake banget kalau infonya belum lengkap. Pak Budi misalnya, udah nyimpen draft bongkaran keramik lantai yang baru mau dibongkar minggu depan. Fotonya belum ada, lokasinya juga belum dipilih.

Kartu Draft di Aktivitas dengan tombol Hapus dan Lanjutkan

Draft kamu ada di Aktivitas → Postingan Saya. Klik Lanjutkan buat ngelengkapin, terus klik Publish kalau udah siap tayang. Gak jadi? Klik Hapus. Draft cuma bisa dihapus selama masih draft. Posting yang udah tayang gak bisa dihapus, tapi masih bisa diedit.

Abis posting, terus?

Begitu klik Posting, kamu balik ke Beranda dan pin posting kamu langsung muncul di peta. Posting tayang 7 hari sejak dipublish. Kalau lewat 7 hari belum ada yang ngajuin, posting disembunyiin dari peta (bukan dihapus) dan bisa diperpanjang. Soal ini dibahas lengkap di artikel 10.

Selama posting masih terbuka, kamu bisa ubah isinya lewat tombol Edit di halaman posting.

Tips Pak Budi

Tips Pak Budi:

  • Satu posting, satu urusan. Puing dan sisa semen beda peminat, jadi pisahin jadi dua posting dengan kategori masing-masing.
  • Tulis angka, walau kira-kira. "±2 m³" jauh lebih ngebantu daripada "lumayan banyak".
  • Cek titik lokasi sebelum posting. Titik yang meleset bikin posting kamu muncul di daerah lain, dan orang yang deket malah gak lihat.
  • Belum lengkap? Simpan Draft aja dulu. Masa tayangnya baru jalan pas kamu Publish.

Selanjutnya: ngajuin ke posting orang

Sepuluh menit kemudian posting bongkaran teras Fajar udah tayang, lengkap sama dua foto. Pak Budi juga udah posting puing kamar mandinya.

Di Cileunyi, HP Bu Sari bunyi. Ada posting puing baru di Antapani, dan dia langsung pengen ngajuin.

Di artikel berikutnya: cara ngajuin ke posting orang di urugin.id. Gimana nulis pesan yang bikin pemilik posting yakin, kapan perlu lampirin foto, dan cara mantau semua ajuan kamu.

Belum punya akun? Daftar di urugin.id, cukup pakai email atau akun Google. Punya pertanyaan atau saran? Kirim aja ke saran@urugin.id.