Fajar masih berdiri di toko bangunan yang sama. Akun urugin.id-nya baru jadi lima menit lalu, dan begitu masuk, layar HP-nya langsung penuh peta. Ada pin ungu, pin biru, pin hijau, sama bulatan oranye yang ada angkanya.

"Pak, ini pin ungu apa? Yang biru? Terus angka tiga ini maksudnya apa?"

Pak Budi ngeluarin HP-nya sendiri. "Sini, Bapak jelasin dari Beranda Bapak aja, udah keisi semua."

Di waktu yang sama, di Cileunyi, Bu Sari juga lagi mantengin peta yang sama. Bedanya, dia gak lagi nyari order. Dia nyari puing buat ngurug lahannya, dan maunya yang paling deket, biar ongkos angkutnya gak bengkak.

Ini artikel kedua di serial Panduan urugin.id. Kita bahas Beranda, halaman pertama yang kamu lihat tiap buka urugin.id: arti warna pin, cara pakai filter, nyimpen Titik Acuan, sampai nemuin posting puing, urugan, atau jasa yang paling deket dari kamu. Belum punya akun? Baca dulu Cara Daftar di urugin.id.

Pak Budi, Fajar, Bu Sari, dan tokoh lain di serial ini fiktif, dan latar Bandung dipilih biar ceritanya gampang dibayangin. urugin.id bisa dipakai di seluruh Indonesia. Kalau kamu di luar Bandung, langsung atur Titik Acuan (caranya ada di bawah), biar petanya kebuka di kota kamu.

Sekilas Beranda

Beranda isinya dari atas ke bawah kayak gini:

Beranda urugin.id: Titik Acuan, tombol Tambah Posting, filter Penawaran dan Kebutuhan, filter kategori, dan peta

  1. Titik Acuan. Lokasi patokan kamu, plus tombol Atur.
  2. Tambah Posting. Buat bikin posting sendiri (dibahas di artikel berikutnya).
  3. Filter Penawaran & Kebutuhan. Nentuin pin mana yang tampil.
  4. Filter kategori. Sepuluh kategori, dari Puing Bangunan sampai Jasa Bongkar-Urug.
  5. Peta. Semua posting yang masih aktif di sekitar kamu.

Di bawah peta masih ada daftar Postingan di Sekitar. Di bagian paling atas ada lonceng Notifikasi, tanda tanya buat buka halaman Cara Kerja, dan ikon buku buat baca Artikel. Menu Beranda, Aktivitas, dan Profil ada di bagian paling bawah layar.

Arti pin di peta

"Gampangnya gini," kata Pak Budi sambil nunjuk layar.

Arti pin di peta urugin.id: ungu Penawaran, biru Kebutuhan, hijau Titik Acuan, bulatan oranye beberapa posting berdekatan

  • Pin ungu = Penawaran. Ada yang punya sesuatu dan nawarin: puing, kayu bekas, besi tua, sewa alat berat, jasa angkut, dan lain-lain.
  • Pin biru = Kebutuhan. Ada yang lagi nyari sesuatu: butuh urugan, butuh truk, butuh tukang.
  • Pin hijau = Titik Acuan kamu. Cuma kamu yang lihat, orang lain gak.
  • Bulatan oranye berangka = beberapa posting berdekatan. Angkanya jumlah posting di situ. Klik bulatannya, peta nge-zoom ke sana biar pinnya kepisah. Kalau udah zoom paling dekat tapi masih numpuk, yang muncul daftar postingnya.

Klik satu pin, muncul kotak kecil berisi kategori, alamat, dan potongan deskripsi. Klik Lihat Detail → buat buka posting lengkapnya.

Petanya bisa digeser dan di-zoom pakai dua jari, atau pakai tombol + dan − di pojok kanan atas. Peta gak bisa di-zoom out terlalu jauh (paling jauh kira-kira selebar satu kota). Jadi kalau mau lihat kota lain, geser petanya ke sana atau tambahin Titik Acuan di kota itu.

Catatan: yang tampil di peta cuma posting yang masih aktif, yaitu yang masih dalam masa tayang atau lagi nunggu pemiliknya milih pengaju. Begitu pemilik posting nerima salah satu pengaju, postingnya hilang dari peta (dan muncul lagi kalau pengaju itu batal). Posting kamu sendiri juga ikut tampil.

Filter: tampilin yang kamu cari aja

Di atas peta ada dua baris tombol filter. Semuanya nyala dari awal. Klik satu tombol buat matiin (warnanya jadi pudar), klik lagi buat nyalain.

  • Penawaran / Kebutuhan. Bu Sari lagi nyari yang nawarin puing, jadi dia matiin Kebutuhan. Yang tampil tinggal pin ungu. Fajar kebalikannya. Sebagai kontraktor, dia juga nyari order, jadi dia cukup nyalain Kebutuhan: siapa tahu ada yang lagi butuh tukang.
  • Kategori. Matiin kategori yang gak kamu perlu. Bu Sari cuma nyalain Puing Bangunan dan Jasa Bongkar-Urug, sisanya dimatiin.

Filter Penawaran dimatiin: di peta tinggal pin biru (Kebutuhan)

Pilihan filter kamu keinget di HP itu, jadi besok buka Beranda lagi, filternya masih sama. Enak, tapi jangan sampai lupa. Kalau suatu hari petanya kelihatan sepi banget, cek dulu, jangan-jangan ada filter yang masih mati.

Titik Acuan: patokan lokasi kamu

Titik Acuan itu lokasi patokan kamu: rumah, gudang, lahan, lokasi proyek, atau tempat biasa mangkal. Gunanya dua:

  • Peta langsung kebuka di sekitar titik itu tiap kamu buka Beranda.
  • Daftar Postingan di Sekitar diurutin dari yang paling deket ke titik itu.

Kalau kamu belum nyimpen titik satu pun, urugin.id pakai Default (Bandung). Makanya buat kamu yang di luar Bandung, ini langkah pertama yang wajib.

Cara nambahinnya:

  1. Klik Atur di kartu Titik Acuan paling atas.
  2. Isi Nama Titik (opsional), misalnya "Rumah", "Gudang", atau "Lahan Cileunyi".
  3. Isi Koordinat pakai salah satu cara ini:
    • Pakai Lokasi HP. Klik tombolnya kalau kamu lagi ada di lokasi itu, terus izinin akses lokasi. Koordinatnya keisi otomatis.
    • Paste link Google Maps. Di Google Maps, buka tempatnya, klik Bagikan, salin link-nya, terus paste di sini.
    • Paste koordinat, misalnya -6.9175, 107.6191. Di Google Maps, tekan lama titiknya sampai muncul pin, angka koordinatnya bisa disalin dari situ.
  4. Klik + Tambah Titik. Peta langsung geser ke titik baru itu, ditandain pin hijau.

Pengaturan Titik Acuan: titik Rumah jadi Default, titik Gudang, dan form tambah titik

Titik Acuan bisa lebih dari satu. Pak Budi punya dua: Rumah di Antapani dan Gudang. Yang dipakai buat patokan cuma satu, yaitu yang ada label Default. Mau pindah patokan? Klik Jadikan Default di titik lain. Titik yang udah gak kepake tinggal klik Hapus.

Bu Sari nyimpen titik "Lahan Cileunyi" sebagai Default. Hasilnya, tiap buka Beranda, peta langsung kebuka di sekitar lahannya, dan posting puing paling deket ada di urutan paling atas.

Catatan: Titik Acuan cuma kesimpen di browser HP atau laptop itu, gak dikirim ke server dan gak kelihatan sama orang lain. Konsekuensinya, kalau kamu ganti HP, pindah browser, atau hapus data browser, titiknya perlu diisi lagi.

Postingan di Sekitar: daftar dari yang paling deket

Di bawah peta ada daftar Postingan di Sekitar. Isinya posting yang ada di area peta yang lagi kamu lihat, diurutin dari yang paling deket ke Titik Acuan Default kamu. Jaraknya dihitung garis lurus, bukan jarak jalan.

Daftar Postingan di Sekitar: kategori, alamat, dan potongan deskripsi tiap posting

Tiap kartu nunjukin ikon ungu atau biru (Penawaran atau Kebutuhan), kategori, alamat, dan potongan deskripsi. Klik kartunya buat buka detail posting. Satu halaman isinya lima posting, sisanya ada di halaman berikutnya (tombol angka di bawah daftar).

Daftar ini ngikutin peta. Geser atau zoom peta, isinya ikut berubah. Kalau muncul tulisan "Gak ada postingan yang cocok filter di area peta ini", coba zoom out, geser petanya, atau cek lagi filternya.

Tips Pak Budi

Tips Pak Budi:

  • Atur Titik Acuan dulu, sebelum yang lain. Apalagi kalau kamu di luar Bandung.
  • Simpan beberapa titik (rumah, gudang, lokasi proyek), terus ganti Default sesuai kamu lagi di mana.
  • Peta kelihatan sepi? Cek filter. Bisa jadi ada kategori yang masih mati dari kemarin.
  • Buka Beranda tiap hari. Posting baru bisa muncul kapan aja, dan yang bagus biasanya cepet diambil orang.

Selanjutnya: bikin posting sendiri

Lima menit kemudian Fajar udah lancar geser-geser peta, dan Titik Acuan "Proyek Teras" udah kesimpen. Tapi masalah awalnya belum beres: bongkaran teras sama sisa keramik di proyeknya masih numpuk.

"Nah, itu kamu yang posting," kata Pak Budi sambil nunjuk tombol + Tambah Posting.

Di artikel berikutnya: cara bikin posting di urugin.id. Kapan pakai Penawaran atau Kebutuhan, milih kategori, nentuin titik lokasi, nulis deskripsi yang jelas, upload foto, sampai simpan sebagai draft.

Belum punya akun? Daftar di urugin.id, cukup pakai email atau akun Google. Punya pertanyaan atau saran? Kirim aja ke saran@urugin.id.