Teh Rina masih inget jelas malam itu. Jam sembilan malam, WhatsApp dari Darto masuk: "Teh, besok gak jadi ya." Udah, gitu doang. Padahal besok jam 9 pagi sisa bongkaran dapurnya mau diangkut, dan tukang keramik udah dijadwalin masuk siangnya.

Beberapa hari kemudian, waktu ngobrol sama Pak Budi, ternyata Pak Budi juga pernah ngalamin. Darto janji dateng Sabtu jam 7 pagi buat ngangkut puing. Ditunggu sampai siang, gak dateng, WhatsApp juga gak dibales.

"Kalau gini terus, nanti orang lain kena juga, Pak," kata Teh Rina.

Ini artikel kesembilan di serial Panduan urugin.id. Kita bahas cara Laporkan di urugin.id: kapan tombolnya muncul, cara ngisi laporan, gimana admin ngecek dan ngambil tindakan. Plus tips aman transaksi, biar kemungkinan ketemu yang kayak gini makin kecil. Baca juga artikel sebelumnya soal aturan pembatalan dan antrian otomatis.

Teh Rina, Pak Budi, Darto, dan tokoh lain di serial ini fiktif, dan latar Bandung dipilih biar ceritanya gampang dibayangin. urugin.id bisa dipakai di seluruh Indonesia.

Tombol Laporkan muncul setelah rating 1–2 bintang

Di urugin.id, gak ada tombol "lapor" yang bisa diklik sembarangan di profil orang. Laporkan cuma muncul di satu tempat: di job yang kamu jalanin bareng orang itu, setelah kamu ngasih rating 1 atau 2 bintang.

Riwayat Darto di posting Teh Rina: rating 1 bintang dari Teh Rina, lalu tombol Laporkan muncul di bawahnya

Artinya, laporan cuma bisa dikirim buat job yang bisa dirating: yang udah Selesai, atau yang batal setelah jadwal disepakati (lihat artikel 7 dan 8).

Kenapa dibikin begitu?

  • Laporan nempel ke transaksi nyata. Admin bisa langsung lihat posting, jadwal, catatan, dan riwayat batalnya.
  • Nyegah laporan iseng. Orang yang gak pernah transaksi sama kamu gak bisa ngelaporin kamu.
  • Rating jelek dulu, baru laporan. Rating jelek udah jadi peringatan buat orang lain di profilnya. Laporan dipakai kalau masalahnya perlu ditindak admin.

Cara ngisi laporan

Teh Rina udah ngasih Darto satu bintang: "Batal H-1 tanpa alasan jelas, padahal udah janjian." Di bawahnya, dia klik Laporkan. Form laporan kebuka:

Form laporan Teh Rina: kategori Batal sepihak, deskripsi kejadian, foto bukti, lalu Kirim Laporan

  1. Kategori. Pilih yang paling pas:
    • Gak muncul / no-show
    • Batal sepihak
    • Barang gak sesuai
    • Lainnya
  2. Deskripsi (wajib). Ceritain kejadiannya: kapan janjiannya, apa yang terjadi, udah coba ngehubungin atau belum. Teh Rina nulis "Udah janjian jam 9 pagi, H-1 malem batal lewat WA tanpa alasan jelas."
  3. Foto bukti (opsional). Misalnya screenshot chat WhatsApp, atau foto barang yang gak sesuai.
  4. Klik Kirim Laporan.

Setelah laporan terkirim, tombol Laporkan di job itu hilang, jadi gak ada laporan dobel.

Catatan: laporan bisa dikirim pemosting maupun pengaju. Yang dilaporin selalu pihak satunya di job itu.

Proses di admin: Baru, Direview, Selesai

Laporan yang masuk dicek admin urugin.id. Prosesnya tiga tahap:

Alur laporan: Baru, lalu Direview oleh admin, lalu Selesai dengan tindakan tanpa tindakan, peringatan, atau suspend

  1. Baru. Laporan masuk, admin dapet notifikasi.
  2. Direview. Admin lagi ngecek: lihat job-nya, jadwalnya, catatan dua pihak, rating, dan bukti yang kamu kirim. Kamu dapet notifikasi "Laporan kamu lagi direview admin".
  3. Selesai. Admin mutusin tindakannya, dan kamu dapet notifikasi "Laporan kamu udah diselesaikan admin".

Notifikasi di HP Pak Budi: Laporan kamu lagi direview admin, lalu Laporan kamu udah diselesaikan admin

Tindakan admin: tanpa tindakan, peringatan, atau suspend

Ada tiga kemungkinan keputusan admin:

  • Tanpa tindakan. Misalnya ternyata cuma salah paham, atau buktinya gak cukup.
  • Peringatan (warn). Orang yang dilaporin dapet notifikasi peringatan, lengkap sama catatan dari admin. Peringatan juga kecatat di halaman Aktivitas-nya.
  • Suspend. Akunnya dibekukan. Dia masih bisa masuk dan lihat-lihat, tapi gak bisa posting dan gak bisa ngajuin sampai suspend-nya dicabut admin.

Darto dapet peringatan. Ini yang dia lihat di HP-nya:

Di HP Darto: notifikasi "Kamu kena peringatan (warn)" dan kartu Riwayat Tindakan Admin di halaman Aktivitas

Peringatan dan suspend bisa dicabut lagi sama admin, misalnya kalau ternyata ada kekeliruan.

Tips aman transaksi

Laporan itu jalan terakhir. Lebih enak lagi kalau masalahnya gak kejadian sama sekali. Ini kebiasaan yang dipegang Pak Budi dan Teh Rina sekarang:

Tips Pak Budi & Teh Rina:

  • Cek profil & rating sebelum Terima. Klik namanya. Lihat rating per peran, baca ulasannya, cek riwayat kalian berdua.
  • Minta foto. Foto barang, foto kendaraan, atau foto hasil kerja. Pengaju yang serius biasanya udah lampirin di ajuannya.
  • Ketemu & cek di lokasi. Lihat langsung barangnya, cocokin sama deskripsi, baru bayar.
  • Hati-hati sama permintaan DP, apalagi dari akun yang baru dan belum punya rating. Kalau ragu, bayar pas ketemu aja.
  • Simpan chat WhatsApp. Kesepakatan harga, jadwal, dan janji-janji lain ada di situ. Kepake banget kalau nanti perlu lapor.
  • Jangan pernah kasih kode OTP, PIN, atau password ke siapa pun, termasuk yang ngaku-ngaku dari urugin.id.
  • Konfirmasi H-1. Satu pesan singkat bisa nyelametin satu hari kerja.

Dan inget: urugin.id gak motong apa-apa dan bukan perantara pembayaran. Kalau ada yang minta kamu transfer "biaya admin" ke rekening pribadi atas nama urugin.id, itu bukan dari kami.

Selanjutnya: posting kok hilang dari peta?

Seminggu kemudian, Pak Budi buka Aktivitas dan nemu sesuatu yang aneh. Posting puing bata merah di Cicaheum ada tulisan merah: "Kadaluarsa — gak muncul lagi buat orang lain." Padahal dia gak ngapa-ngapain.

Di artikel berikutnya: masa tayang 7 hari dan tombol Perpanjang. Kenapa posting bisa hilang dari peta, gimana cara nampilin lagi, dan kapan masa tayang gak berlaku.

Belum punya akun? Daftar di urugin.id, cukup pakai email atau akun Google. Punya pertanyaan, saran, atau butuh bantuan? Kirim ke saran@urugin.id atau bantuan@urugin.id.